7 Cara Merawat Cucak Rowo

Cucak Rowo atau yang dikenal dengan nama latin Pycnonotus zeylanicus merupakan burung pengicau yang populer di Indonesia. Suara merdunya yang khas mampu menirukan suara-suara alam seperti gemericik air sungai. Tak heran banyak orang memelihara Cucak Rowo untuk dinikmati suaranya.

Agar Cucak Rowo tetap sehat dan bahagia, ada beberapa cara merawatnya yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah panduan lengkap cara merawat Cucak Rowo mulai dari memilih, memberi makan, membersihkan kandang, hingga menjaga kesehatannya.

1. Pilih Cucak Rowo yang Sehat

Langkah pertama merawat Cucak Rowo tentu memilih burung yang sehat. Ada beberapa ciri fisik Cucak Rowo sehat yang bisa kamu perhatikan sebelum memeliharanya, antara lain:

Kondisi Mata

Mata Cucak Rowo yang sehat akan bersih dan cerah. Pastikan tidak ada lendir atau kotoran yang menempel di sekitar mata. Kelopak matanya juga tidak bengkak.

Kondisi Paruh

Paruh Cucak Rowo sehat berwarna hitam legam tanpa noda putih. Pastikan paruhnya bersih dan utuh, tidak patah atau retak.

Kondisi Bulu

Bulu burung Cucak Rowo yang sehat akan licin dan mengkilap. Warnanya cerah sesuai dengan warna bulu alami spesiesnya. Perhatikan juga Cucak Rowo yang kamu pilih tidak gundul atau banyak bulu rontok.

Kondisi Kaki

Kaki burung yang sehat tidak bengkak atau memerah. Pastikan jari-jari dan cakarnya lentur tidak kaku. Kukunya juga tidak terlalu panjang.

Perhatikan juga perilaku Cucak Rowo saat dipilih. Pilihlah yang lincah, matanya cerah, dan responsif terhadap rangsangan di sekitarnya. Hindari memilih Cucak Rowo yang diam, lesu, atau meringkuk di pojokan.

Baca Juga :  Tips Merawat Burung Panca Warna Agar Tetap Sehat dan Berkilau

2. Sediakan Kandang yang Nyaman

Setelah mendapatkan Cucak Rowo kesayangan, langkah selanjutnya menyiapkan kandang yang nyaman. Ukuran standar kandang Cucak Rowo dewasa adalah 2x1x2,5 meter dengan bahan anyaman bambu atau kawat.

Sedangkan untuk Cucak Rowo yang masih muda, gunakan ukuran kandang 4x2x2,5 meter agar lebih leluasa bergerak dan berkembang. Atur penempatan kandang di tempat yang teduh, jauh dari polusi asap kendaraan.

Dalam kandang, wajib dilengkapi beberapa perlengkapan vital berikut:

  • Ranting pohon untuk tempat bertengger dan mematuk. Gunakan ranting pohon yang tidak beracun seperti pohon mangga, jambu air, atau sawo.
  • Tempat pakan dan minum dari bahan stainless steel atau keramik. Hindari menggunakan plastik yang mudah menampung kuman.
  • Alas sekam atau serutan kayu setebal 3 cm yang harus diganti seminggu sekali. Alas ini berguna menyerap kotoran dan air seni Cucak Rowo.

Pastikan kandang selalu bersih dari kotoran dan sisa makanan burung. Lakukan pembersihan setiap hari dengan menyemprot kandang menggunakan antiseptik dan desinfektan khusus kandang burung.

3. Berikan Pakan Seimbang

Agar Cucak Rowo tetap bugar, pemberian pakan harus seimbang dan bergizi. Ada 3 jenis pakan Cucak Rowo yang tidak boleh terlewatkan, yaitu:

Voer atau Pelet

Pemberian pakan pokok berupa voer atau pelet dianjurkan 2 kali sehari. Pastikan kandungan nutrisinya lengkap dan sesuai untuk burung pengicau. Berikan secukupnya, jangan berlebihan agar tidak menimbulkan sisa dan kotoran.

Buah-buahan

Sebagai sumber vitamin dan mineral, wajib memberikan buah-buahan segar seperti pepaya, pisang, semangka, melon, apel, dan lainnya. Potong dadu buahnya lalu tusuk dengan tusuk sate agar mudah dimakan. Berikan setiap hari bergantian jenis buahnya.

Serangga

Pemberian Extra Fooding (EF) atau makanan tambahan berupa serangga sangat dibutuhkan Cucak Rowo. Serangga yang bisa diberikan antara lain jangkrik, belalang, ulat hongkong, dan ulat bambu. Ukuran serangga disesuaikan dengan besar mulut Cucak Rowo.

Baca Juga :  Cara Merawat Burung Cucak Rowo Agar Tetap Sehat dan Berkicau Merdu

Pemberian EF jangan langsung, tapi dimasukkan ke tempat khusus EF di dalam kandang. Hal ini melatih burung untuk mencari makanannya sendiri.

4. Ganti Air Minum Setiap Hari

Air minum Cucak Rowo harus selalu tersedia dan diganti setiap hari. Gunakan air bersih, sebaiknya yang sudah dimasak atau setidaknya sudah diendapkan. Tujuannya agar air minum bebas dari kuman dan bakteri.

Letakkan tempat minum agak jauh dari tempat pakan. Hal ini mencegah pakan berceceran dan mengotori air minum. Tutup tempat minum menggunakan kerikil atau potongan gabus agar air tidak cepat kotor.

5. Mandikan Setiap Pagi

Rutinitas wajib lain dalam merawat Cucak Rowo adalah memandikannya setiap pagi. Tujuan memandikan adalah membersihkan bulu dari debu dan kotoran juga merawat kesehatan kulit burung.

Cara memandikan bisa dengan menggunakan karamba mandi khusus atau cukup disemprot menggunakan sprayer. Gunakan air bersih yang tidak terlalu dingin agar Cucak Rowo tidak masuk angin.

Setelah dimandikan, jemur 1-2 jam di bawah sinar matahari pagi. Selain mengeringkan bulu, sinar UV dari matahari juga bermanfaat membunuh kuman dan jamur.

6. Beri Vitamin dan Suplemen

Untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan Cucak Rowo, pemberian vitamin dan suplemen sangat dianjurkan. Berikan multivitamin, vitestron, atau madu herbal melalui air minum seminggu sekali.

Atur takaran pemberian sesuai petunjuk kemasan produk. Biasanya 1-2 tetes untuk 1 liter air minum. Pastikan suplemen yang diberikan layak konsumsi dan tidak kedaluwarsa.

7. Rutin Periksa ke Dokter Hewan

Nah, langkah terakhir yang tidak boleh dilupakan dalam merawat Cucak Rowo adalah rutin memeriksakan ke dokter hewan. Minimal setahun sekali, bawa Cucak Rowo ke dokter hewan unggas terdekat.

Beritahu keluhan atau tanda-tanda abnormal yang kamu amati selama memelihara Cucak Rowo. Dengan begini, penyakit bisa terdeteksi lebih dini dan mendapat penanganan cepat.

Itulah 7 cara merawat Cucak Rowo mulai dari memilih, memberi makan, merawat kandang, hingga menjaga kesehatannya. Jangan lupa beri perhatian dan kasih sayang agar si cantik Cucak Rowo merasa bahagia.