Murai batu memiliki suara merdu, penampilan menarik, dan kecerdasan yang tinggi. Burung ini sering menjadi pilihan utama para penghobi burung kicau di Indonesia. Proses mabung atau pergantian bulu menjadi fase penting dalam siklus hidup murai batu. Mabung kedua pada murai batu sering menjadi perhatian karena berpengaruh pada kualitas suara dan penampilan burung. Umur mabung kedua, tanda-tanda fisik, serta perawatan yang tepat menjadi topik yang selalu dicari oleh para kicau mania.
Pengertian Mabung pada Murai Batu
Mabung adalah proses alami pergantian bulu yang dialami oleh murai batu dan burung lain. Proses ini terjadi secara periodik, biasanya setahun sekali, dan sangat penting untuk menjaga kesehatan serta penampilan burung. Pada masa mabung, bulu lama yang sudah rusak dan kusam akan rontok, kemudian digantikan dengan bulu baru yang lebih sehat dan kuat.
Umur Mabung Kedua pada Murai Batu
Murai batu biasanya mengalami mabung pertama pada usia 5-10 bulan, tergantung kondisi individu dan lingkungan. Mabung kedua umumnya terjadi saat burung berusia sekitar 1,5 hingga 2 tahun. Namun, rentang waktu ini bisa bervariasi, dipengaruhi oleh faktor genetik, kesehatan, nutrisi, dan lingkungan.
| Siklus Mabung | Umur Terjadi | Rentang Variasi |
|---|---|---|
| Mabung Pertama | 5-10 bulan | 7-10 bulan |
| Mabung Kedua | 1,5-2 tahun | 12-24 bulan |
Mabung kedua menandai transisi murai batu menuju masa produktif, di mana burung mulai menunjukkan performa suara dan stamina yang optimal.
Faktor yang Mempengaruhi Mabung Kedua
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi waktu mabung kedua pada murai batu antara lain:
- Genetika: Murai batu dengan genetik unggul cenderung mengalami mabung lebih cepat dan teratur.
- Nutrisi: Asupan makanan bergizi, terutama protein, vitamin, dan mineral, mempercepat proses mabung dan pertumbuhan bulu baru.
- Lingkungan: Suhu, kelembaban, dan pencahayaan yang stabil membantu menjaga ritme mabung.
- Kesehatan: Burung yang sehat akan menjalani mabung dengan lancar, sedangkan burung yang sering sakit bisa mengalami mabung tidak teratur atau nyulam.
Tanda-Tanda Mabung Kedua
Murai batu yang memasuki mabung kedua menunjukkan beberapa ciri fisik dan perilaku, antara lain:
- Bulu mulai rontok, terutama di bagian kepala, leher, dan ekor.
- Bulu lama tampak kusam, rapuh, dan pecah-pecah.
- Aktivitas burung menurun, lebih sering berdiam diri dan jarang berkicau.
- Nafsu makan menurun, namun tetap harus dijaga asupan nutrisinya.
- Burung tampak sering menggaruk atau merapikan bulunya.
Tanda-tanda ini menandakan bahwa burung membutuhkan lingkungan yang tenang dan perawatan ekstra agar proses mabung berjalan optimal.
Fase-Fase Mabung Murai Batu
Proses mabung pada murai batu terdiri dari beberapa fase yang harus diperhatikan oleh pemiliknya7:
- Fase Persiapan
Murai batu mulai kurang aktif, bulu tampak kusam, dan perilaku berubah menjadi lebih pendiam. - Fase Kerontokan Awal
Bulu mulai rontok bertahap, dimulai dari kepala dan leher. - Fase Kerontokan Intensif
Kerontokan bulu terjadi lebih banyak dan cepat, burung tampak botak di beberapa bagian. - Fase Pertumbuhan Bulu Baru
Bulu halus mulai tumbuh menggantikan bulu lama, aktivitas burung perlahan meningkat. - Fase Pemulihan
Bulu baru tumbuh sempurna, burung kembali aktif dan mulai berkicau lagi.
Memahami fase-fase ini membantu pemilik memberikan perawatan yang sesuai di setiap tahap.
Perawatan Murai Batu Saat Mabung Kedua
Perawatan yang tepat sangat penting agar murai batu melewati mabung kedua dengan sehat dan bulu tumbuh sempurna. Berikut beberapa tips praktis:
- Pakan Bergizi
Berikan makanan kaya protein seperti jangkrik, ulat hongkong, kroto, serta buah-buahan segar. Tambahkan vitamin dan mineral untuk mendukung pertumbuhan bulu baru. - Kebersihan Kandang
Bersihkan kandang secara rutin untuk mencegah penyakit dan menjaga kenyamanan burung. - Sediakan Tempat Mandi
Sediakan wadah mandi agar burung bisa membersihkan bulunya sendiri, membantu proses mabung berjalan lancar. - Hindari Stres
Tempatkan burung di lingkungan yang tenang, jauh dari suara bising atau gangguan lain. Stres dapat memperlambat proses mabung dan menurunkan daya tahan tubuh burung. - Pantau Kesehatan
Perhatikan kondisi fisik burung setiap hari. Jika ada tanda-tanda sakit atau mabung tidak tuntas (nyulam), segera konsultasikan ke dokter hewan atau ahli burung. - Jangan Dimaster Saat Mabung
Hindari pemasteran suara selama mabung karena burung lebih fokus pada pemulihan fisik dan pertumbuhan bulu.
Pentingnya Mabung Kedua bagi Murai Batu
Mabung kedua sangat penting bagi murai batu karena:
- Membantu pertumbuhan bulu baru yang lebih kuat, sehat, dan indah.
- Meningkatkan kualitas suara dan stamina burung.
- Menjadi penanda masa transisi menuju usia produktif, di mana burung siap untuk dilatih dan dikonteskan.
- Setelah mabung kedua, murai batu biasanya mencapai puncak performa baik dari segi suara maupun penampilan fisik.
Contoh nyata, murai batu “Si Raja” milik seorang breeder di Jakarta mengalami lonjakan kualitas suara dan stamina setelah melewati mabung kedua, sehingga menjadi salah satu burung terbaik di kelasnya.
Murai batu yang mengalami mabung kedua pada usia 1,5-2 tahun membutuhkan perhatian ekstra dari pemiliknya. Proses ini adalah fase penting dalam kehidupan burung, menentukan kualitas bulu dan suara ke depannya. Dengan perawatan yang tepat, murai batu akan tumbuh sehat, bulu semakin indah, dan suara semakin merdu. Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai. Jangan ragu untuk mampir lagi ke sini, siapa tahu ada tips-tips terbaru seputar dunia burung kicau yang bisa kamu terapkan ke murai batu kesayanganmu. Sampai jumpa di artikel berikutnya, dan semoga burungmu selalu sehat serta gacor maksimal!






